SRI RAHAYU

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Ketika Tulisan Menggugah Rasa

Writing is magic. Sebuah tulisan dapat ‘menyihir’ seorang pembaca. Mengaduk-aduk berbagai rasa. Rasa sedih, kecewa, bahagia, terharu, menyesal, simpati/empati dan sebagainya. Sebagaimana dahulu, ketika seorang pembaca di blog pribadi saya tergugah rasa simpati/empatinya setelah membaca tulisan saya tentang salah seorang siswa yang memiliki ‘keistimewaan’.

Kemudian seorang teman yang bangkit naluri pendidiknya begitu selesai membaca buku saya yang berjudul Guru-guru Dahsyatku.

Selasa 6 November 2018 kembali saya menyaksikan betapa tulisan memiliki kedahsyatannya masing-masing. Ketika itu beberapa siswa kelas 7 sedang membaca buku yang terpajang di pojok baca kelas mereka. Mulanya suasana membaca sangat hening. Masing-masing mereka asyik dengan bukunya. Hingga suasana dipecahkan oleh teriakan seorang siswa.

“Ibu, Abin nangis!”

Seketika saya yang sedang membacapun terkejut dan mengalihkan pandangan dari buku yang sedang saya baca. Terlihat seorang siswa putri sedang menutup mulut dengan satu tangannya, berusaha menahan isak tangis agar tidak terdengar keras. Sedangkan satu tangan yang lain memegang sebuah buku di depannya. Sebuah buku berukuran besar. Segera saya menghampiri.

“Dia nangis karena baca buku ini Bu”. Kata salah seorang temannya

Saya melihat buku yang ditunjuk teman Abin. Oh, ternyata Abin membaca buku Story Pedia; Kasih Ibu Sepanjang Masa. Saya pun tersenyum. Sambil pura-pura tidak tahu saya bertanya:

“Abin baca apa?”

Walaupun Abin berusaha menahan tangisnya tapi suara isak tangis itu justru semakin keras. Semakin saya tanya begitu justru tangisannya semakin keras. Sambil terisak-isak hingga bahunya terguncang-guncang Abin menunjuk buku di depannya.

“Coba Abin buka bagian mana tadi yang Abin baca sampai menangis?” Tanya saya sambil tersenyum

Perlahan dibukanya buku tersebut, tepat pada bagian tengah buku Abin menunjuk satu judul cerita di buku tersebut; Lukisan Ka’bah Untuk Ibu. Demikian judulnya. Seketika saya teringat bahwa sehari sebelumnya, bertepatan Senin 5 November, ibunya Abin berangkat umroh. Pahamlah saya emosi yang bergejolak di hati anak ini.

“Abin ingat Mamak ya?” Tanya saya lagi disambut dengan anggukan Abin

“Ya sudah Mamak ngga’ usah ditangisin. Abin do’akan saja semoga Mamak selamat perjalanan pergi dan pulang juga sehat selama melaksanakan ibadah di sana. Ok!” nasehat saya.

Perlahan Abin mengangguk tapi tangisnya tidak reda juga, malahan semakin keras. Waduh ada apa ini sebenarnya? Pikir saya.

Tangisan Abin mulai reda ketika semua teman-temannya menghiburnya. Setelah tenang kembali dia melanjutkan bacaannya. Tapi di hati saya masih penasaran, ada apa sebenarnya sehingga Abin begitu tersedu-sedu membaca buku tersebut. Pasti ada sesuatu!

Pulang sekolah saya ceritakan kejadian tadi pada kakak Abin yang duduk di kelas 9. Si kakak berkata:

“Mungkin dia nyesal tu Miss”.

“Menyesali apa?” Tanya saya

“Kemarin di bandara waktu Mamak sudah mau berangkat, dia dipeluk Mamak. Tapi dia tetap asyik juga dengan gadgetnya. Main game on line. Lebih open sama game on line-nya daripada pelukan Mamak” begitu penjelasan si kakak.

Oalah, pantesan. Setelah membaca buku itu tanpa sadar Abin mengoreksi diri. Menyadari kekeliruan sikapnya kemarin, akhirnya emosi tidak terkendali. Ditahan-tahan tak tertahankan lagi. Sesaklah di dada, keluarlah tangisan itu. Begitulah kekuatan sebuah tulisan. Terkadang membuat pembaca termotivasi menambah semangat, terkadang menimbulkan penyesalan sehingga termehek-mehek, bisa juga menimbulkan keharuan, dan tidak jarang membuat pembaca terbahak-bahak. Berhati-hatilah dengan tulisan yang mampu menggugah rasa. Berbahaya jika dibaca di ruangan terbuka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

itu yg sip, bisa membawa pembaca masuk dalam tulisan.

09 Nov
Balas

Iya Pak. Berarti pesan tersampaikan tepat di sasaran

09 Nov

Keren bu ayu.. Renyah x. Gurih. Jadi tergambar situasinya. Mantablah! Perlu x awak berguru nih sama master. Jija diperkenankan.

09 Nov
Balas

Haiyyyuuklaah buk Tuty. Belajar bareng kita

09 Nov

Dahsyatnya sebuah tulisan mampu menggugah rasa bahkan mengubah hidup seseorang. Tulisan yang luar biasa bunda, salam ta'zhim dari saya utk bunda. Barakallah

09 Nov
Balas

Aamiin. Terimakasih Bunda Siti Ropiah. Ini adalah tulisan pertama saya di Gurusiana dan Bunda adalah pembaca pertama yang memberi komentar. Terimakasih. Biasanya posting di blog pribadi. Kok jadi gaptek berhadapan dengan tampilan posting artikel di Gurusiana. Aiihhh

09 Nov

Tulisan yang menggugah rasa juga... salam kenal Bunda..

09 Nov
Balas

Salam kenal kembali bunda Rini

09 Nov

Mom ajari nulis,,,keren x tulisanya,,terharu saya mom,,, Terus berkarya dan menginspirasi kami y mom

09 Nov
Balas

Terimakasih apresiasinya Neng. Kitakan selalu belajar nulis bareng. Lupa yach?

09 Nov

Nanti ikut belajar menulis sama ibuk ya biar bisa menulis dgn baik dan benar

10 Nov
Balas

Sama-sama masih belajar Pak Sujarno. Trims sudah mampir

11 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali